Pelajari Lebih Dalam Mengenai Jenis Bank dan Seluk-Beluknya di Sini

Pelajari Lebih Dalam Mengenai Jenis Bank dan Seluk-Beluknya di Sini

Apakah anda baru mendengar istilah bank dengan nama kustodian dan ingin mencari tau seluk-beluknya? Anda sedang membaca pembahasan yang tepat. Sebenarnya di bangku sekolah menengah, masalah ini sudah diajarkan bersamaan dengan hal-hal yang menyangkut perbankan lainnya. Selain bank kustodian, anda juga mungkin pernah mendengar istilah bank konvensional, bank syariah, bank jangkar, bank central, bank umum, bank garansi, bank perkreditan rakyat, bank devisa, dan masih banyak lagi. Lalu apa maksud dari istilah bank-bank ini?

Bank Kustodian: Pengertian, Tugas, dan Daftarnya

Bank, tidak seperti anggapan umum, bukan hanya sekedar tempat menyimpan uang dan mengambilnya ketika kita membutuhkannya. Pada kenyataannya, fungsi bank lebih dari sekedar itu. Jika anda ingin berinvestasi, maka bank ini adalah tempat yang paling tepat untuk anda percayai. Bank tersebut nantinya akan bertanggungjawab atas keamanan aset keuangan/investasi anda seperti saham, reksadana, obligasi, dan lain-lain. Anda dapat menitipkan uang anda pada jasa perbankan ini, kemudian bank tersebut yang akan mengatur segala hal menyangkut administrasinya dan menghubungkan anda dengan pembeli aset anda melalui transaksi jual beli atau bahkan dalam valuta asing apabila memang diperlukan. Pada akhirnya, bank juga akan memberikan laporan kepada anda terkait seluruh aktivitasnya sebagai pertanggungjawaban layanannya kepada anda. Aset kekayaan/investasi anda yang nantinya akan dikelola oleh Manajer Investasi (MI) dari perusahaan perbankan tersebut akan diawasi oleh bank ini sendiri, jadi lebih aman bukan?

Jika anda bingung untuk menginvestasikan kemana uang anda dan memilih bank dengan jenis ini di antara sekian banyak, di Indonesia sendiri ada banyak bank local tersebut. Apa itu kustodian lokal? Bank ini adalah bank yang cakupannya seluruh Indonesia, sehingga jika sudah melebihi seluruh Indonesia bahkan seluruh dunia tidak disebut sebagai bank lokal lagi, melainkan sudah global. Apa saja bank kustodian lokal yang dapat anda pilih? Ada 20 bank yang ditunjuk oleh pihak yang berwenang saat ini untuk menyandang status tersebut, yaitu:

Bank Central Asia Citibank Deutsche Bank Bank Mega
Bank Internasional Indonesia Standard Chartered Bank Bank Sumitomo Mitsui Indonesia Panin Bank
Bank CIMB Niaga Lippo Bank Bank UOB Indonesia Bank Danamon
Bank HSBC Bank Negara Indonesia Bank Rakyat Indonesia Bank DBS Indonesia
Permata Bank Bank Artha Graha Bank Mandiri Bank Bukopin

20 bank di atas dapat anda andalkan layanannya ketika anda ingin berinvestasi saham. Perlu anda ingat bahwa bukan berarti, bank-bank yang tidak masuk dalam daftar di atas tidak bagus. Setiap bank memiliki pangsa pasarnya sendiri/target nasabahnya dengan aktivitas masing-masing sesuai strategi bank dan peraturan dari pemerintah maupun lembaga keuangan berwenang lainnya.

Selain itu, seiring perkembangan perbankan syariah di abad ke 20 ini, bank syariah ikut pula berkembang untuk anda yang ingin berinvestasi, namun tidak mau mengikuti sistem bank konvensional dan lebih memilih sesuai syariat agama Islam. Saat ini Deutsche Bank, HSBC, dan Bank CIMB Niaga sudah mengantongi izin untuk menjalankan layanannya sebagai kustodian dengan sistem syariah. Baik konvensional dan syariah sama-sama mengandalkan produk reksadana yang paling populer, yang perbedaannya hanya terdapat pada cara pengelolaan dan akadnya saja. Lalu apa itu reksadana?

Reksadana: Produk Andalan Perbankan Kustodian

Bank sebenarnya memiliki banyak produk seperti saham, obligasi, dan reksadana. Semua produk ini dikelola oleh manajer investasi. Istilah saham mungkin yang paling sering anda dengar melalui berbagai media, karena keuntungan dari saham memang besar, namun diiringi resikonya yang tidak main-main. Saham adalah surat resmi yang diterbitkan oleh perusahaan yang membutuhkan dana, yang bisa anda beli sebagai tanda anda ikut menanam modal di perusahaan tersebut. Ketika perusahaan mendapat untung, perusahaan wajib membaginya pada anda melalui bank inilah tentunya. Sedangkan ketika perusahaan rugi anda pun terpaksa ikut menanggung kerugiannya. Sedangkan obligasi adalah surat utang dimana perusahaan meminjam uang anda untuk modal dalam jangka waktu tertentu, dan akan dilunasi di kemudian hari berikut bunga yang dijanjikan. Saham dan obligasi memang menjanjikan, dengan segala resikonya.

Oleh karena itu, kebanyakan masyarakat yang tidak piawai dalam urusan keuangan, investasi, dan permodalan ini lebih memilih produk bank yang dapat dipahami secara sederhana, minim resiko, meskipun kecil keuntungannya. Reksadana mungkin hanya sesekali anda dengar karena jarang dipublikasikan lewat berita-berita di televisi, koran, radio, dan lain-lain. Reksadana merupakan sebuah wadah yang menampung modal dari investor yang ingin berinvestasi namun memiliki modal sedikit. Anda bisa membeli reksadana mulai dari 100 ribu rupiah saja. Bayangkan bila ada 100 orang yang memiliki reksadana di kota anda, dan dikelola oleh Manajer Investasi di bank. Sedikit-sedikit kalau banyak menjadi bukit, bukan?

Ada beberapa jenis reksadana yang bisa anda pilih, tergantung seberapa banyak modal anda dan seberapa lama anda bersedia meminjamkan modal tersebut. Jika anda memiliki modal cukup banyak dan berkomitmen lebih dari 5 tahun, Reksadana Saham memberikan keuntungan paling besar. Sedangkan jika anda hanya memiliki modal sedikit dan tidak tau bisa berkomitmen hingga berapa tahun atau masih coba-coba, maka Reksadana Pasar Uang tepat untuk anda pilih. Anda bisa menarik reksadana anda kapan saja meskipun belum satu tahun, namun tentu keuntungan yang didapat tidak sebanyak reksadana saham. Ada pula Reksadana Pendapatan Tetap, yang bersistem hampir sama dengan reksadana saham, hanya saja tipe ini dikelola oleh Manajer Investasi dalam bentuk obligasi. Ingin dua jenis atua bahkan ketiga-tiganya? Jika keputusan anda sudah cukup matang, anda bisa mencoba Reksadana Campuran. Jenis reksadana mana yang akan anda pilih? Atau mungkin anda masih ragu untuk berinvestasi, karena takut rugi? Banyak pertanyaan yang bermunculan dalam pikiran investor pemula, diantaranya adalah yang satu ini.

Bisakah Bank Ini Bankrut

Resiko memang akan selalu ada. Anda termasuk orang yang berhati-hati dalam keuangan jika sudah mempertanyakan hal ini sejak awal. Meskipun kemungkinan bangkrut adalah 1:1000, kita andaikan saja jika memang bangkrut, ternyata anda tidak perlu khawatir, mengapa? Karena sebenanya investasi yang anda tanamkan tidak menjadi milik bank tersebut, karena bank hanyalah perantara antara anda sebagai pemodal yang aset keuangannya diatur sebaik mungkin oleh Manajer Investasi dengan penerima modal. Apabila sang Manajer Investasi tidak dapat menjalankan kewajibannya, ia akan segera diganti dengan manajer investasi yang baru. Sedangkan jika Manajer Investasi sudah dengan baik melaksanakan tugasnya dan Bank-lah yang sampai harus bangkrut, pemisahan kekayaan antara bank dengan anda akan terjadi, uang anda tetaplah aman dan besar kemungkinan bahwa manajer investasi akan mencari Bank dengan jenis Kustodian pengganti.

Bagaimana? Ternyata Bank tersebut dengan berbagai produknya yang dikelola oleh Manajer Investasi memberikan peluang keuntungan yang besar dan resiko kerugian yang masih bisa anda tanggung bukan? Jadi, tunggu apalagi? Segera kunjungi Bank terdekat dan investasikan uang anda!